22 artikel dalam kategori ini
Memahami perbedaan mendasar antara peradaban (hadharah) yang berbasis nilai dengan kemajuan materi (madaniyyah) yang bisa diambil dari siapa saja, agar umat Islam tidak terjebak inferioritas atau isolasionisme
Menggali kedalaman metodologi Ushul Fiqh Hizbut Tahrir tentang Ijma'. Mengapa hanya kesepakatan Sahabat Nabi yang diakui sebagai dalil syara' yang mengikat, sementara kesepakatan ulama modern ditolak?
Memahami hakikat kebahagiaan sejati melalui lensa pemikiran Hizbut Tahrir. Mengapa harta dan jabatan tidak menjamin ketenangan, dan bagaimana penerapan syariat secara kafah menjadi kunci kebahagiaan individu maupun kolektif.
Memahami bagaimana Hizbut Tahrir memandang masyarakat — empat pilar pembentuk masyarakat Islam, perbedaan kerumunan dengan masyarakat, dan mengapa masyarakat Islam tidak bisa eksis tanpa negara.
Memahami konsep persamaan derajat dalam Islam yang berbeda dari pandangan sekuler-liberal - persamaan dalam martabat dengan pengakuan perbedaan fitrah
Memahami konsep kebebasan dalam Islam yang berbeda dari pandangan sekuler-liberal - kebebasan yang bertanggung jawab untuk mengabdi kepada Allah
Memahami konsep ijtihad dan taqlid dalam Islam - bagaimana syariat tetap relevan di setiap zaman, siapa yang berhak menggali hukum Allah, dan kapan kita wajib bertaqlid kepada ulama.
Memahami konsep kepemimpinan berpikir — bagaimana akidah harus menjadi komando tertinggi bagi seluruh pemikiran dan perbuatan manusia, serta bahaya qiyadah ganda yang merobek kesatuan jiwa.
Memahami Islam sebagai ideologi yang komprehensif - akidah sebagai fondasi dan nizham sebagai sistem kehidupan yang mengatur seluruh aspek
Mengurai konsep keadilan Islam yang fundamental berbeda dari keadilan Barat — bukan persamaan mutlak, melainkan memberi hak kepada yang berhak berdasarkan syariat Allah.
Memahami bagaimana Islam memandang akal, proses berpikir yang benar, dan kaidah-kaidah untuk membedakan antara haq dan bathil sesuai tsaqofah Hizbut Tahrir
Memahami kedudukan akhlak dalam Islam — mengapa akhlak adalah hasil dari sistem yang sehat, bukan alat untuk mengubah masyarakat. Analisis khas Hizbut Tahrir dari At-Tafkir dan Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah.
Memahami perbedaan mendasar antara konsep umat Islam yang universal dengan negara bangsa (nation-state) yang berbasis nasionalisme dan sekularisme, serta mengapa Hizbut Tahrir menolak perpecahan umat dalam batas-batas geografis buatan.
Mengurai benang merah epistemologi Islam tentang kedudukan Khabar Ahad dalam masalah Akidah dan Amal. Mengapa Akidah menuntut kepastian mutlak, sementara Amal mencukupkan dugaan kuat.
Mengurai benang kusut pemahaman takdir melalui pendekatan khas Hizbut Tahrir. Memahami area yang menguasai manusia (Qadha), khasiyat benda (Qadar), dan di mana letak pertanggungjawaban manusia.
Membuktikan keberadaan Allah secara mutlak melalui metode rasional khas Hizbut Tahrir. Mengamati realitas keterbatasan (mahdud) pada manusia, kehidupan, dan alam semesta.
Kunci kebangkitan manusia terletak pada pemecahan Uqdatul Kubra (Simpul Besar) melalui pemikiran menyeluruh (Fikrah Kulliyah) tentang manusia, kehidupan, dan alam semesta.
Mengapa harus ada hari pembalasan? Apa yang terjadi setelah kematian? Memahami proses hari kiamat, hisab, mizan, shirath, surga dan neraka
Mengapa Al-Qur'an adalah mukjizat abadi yang tak terbantahkan? Bagaimana membuktikan Al-Qur'an benar-benar dari Allah dengan akal, tantangan sastra, prediksi sejarah, dan konfirmasi sains modern.
Mengapa akal saja tidak cukup untuk membimbing manusia? Memahami keniscayaan nubuwwah, mukjizat sebagai tanda kebenaran, karakteristik para Rasul, dan mengapa Muhammad ﷺ adalah penutup para Nabi.
Mengapa iman kepada alam ghaib adalah ciri pertama orang bertakwa? Memahami hakikat malaikat, jin, Iblis, tipu daya setan, dan bagaimana melindungi diri dari godaan syaitan.